Fajar di pagi itu menemani wanita itu yang terduduk di
balkon. Ditemani kursi rodanya ia duduk sambil menikmati pemandangan kota di
pagi hari dari balkon kamarnya dan menikmati sejuknya udara pagi yang menyapu
wajahnya. Di pangkuannya duduk si Manis kucing peliharaan yang paling
disayanginya. Tangannya yang kurus mengelus kepala si Manis dengan lembut.
Matanya berbinar di balik wajah pucatnya. Ada kebahagiaan yang terpancar dari
mata sayu itu.
Wanita itu masih menikmati pagi harinya yang penuh
kebahagiaan. Ia terus mengusap kepala si Manis sambil tersenyum. Ia teringat
dengan pakaian yang ia kenakan. Ia tampak sangat anggun dengan gaun pengantin
putih salju meskipun tubuhnya kurus. Seorang pria dengan setelan jas putih masuk
ke dalam kamarnya dan membungkukan tubuhnya di hadapan wanita itu sambil
menggenggam tangannya.
“Dinda, ayo kita berangkat. Jemaat sudah menunggu
sakramen pernikahan kita di gereja,” kata pria itu sambil tersenyum. Wanita itu
mengangguk perlahan dan tersenyum bahagia.