Minggu, 10 Agustus 2014

"Déjà Vu" (2014)


Ini adalah sebuah memori pahit tentang pengalaman hidup yang membuatku harus melepas air mata. Air mata ini yang mengiringi kepergiannya di peristirahatan terakhirnya. Hanya sebuah kelalaian dalam berkendara di jalan raya, tak memperhatikan jalanan yang ramai dan tanpa pelindung kepala. Aku yang semasa hidupnya tak selalu ada di sisinya dan tak ada saat ajal menjemputnya, saat ia pergi hanya sesak di dada yang aku rasakan.
Sudah lima tahun ini ia pergi. Sebuah nisan keramik berwarna krem dan bertanda salib tampak bersih. Mawar dan kenanga yang kubawa tertabur rata di atas nisannya. Doaku untuknya tak pernah kulupakan.
Seorang wanita yang kini amat kucintai mengajakku pergi makan siang dan ia ingin mengenalkanku pada seorang temannya. Aku begitu tercekat dan terpaku ketika temannya muncul. Ia sangat mirip dengan masa laluku yang sudah tiada! Aku tersadar saat wanita itu menjabat tanganku yang terasa dingin. Oh, aku hanya ber-déjà vu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar