Kamis, 09 Oktober 2014

"Cinta Terpaksa" (2014)

“Aku terpaksa,” aku Radit lirih.
Rahma terdiam. Raut wajahnya hampir tanpa ekspresi. Sang lawan bicara tak dapat menelusuri otaknya.
Rahma mendesah. “Baiklah,” katanya sembari menegakkan punggungnya. “Lalu apa yang kau mau?”
Aku ingin kau tinggalkan dan lupakan aku.” Radit berbalik dan menatap Rahma. Ia masih belum dapat memahami isi hati kekasihnya itu. “Aku tak ingin kau menerima kepura-puraanku lagi.”
“Jadi kau iba padaku?” mata Rahma nanar menatap Radit.
“Ya, aku memang iba dan lebih baik kau kubur semua kenangan kita.”
“Apa kau juga hanya iba saat mengenalku sehingga kau katakana ‘aku mencintaimu’ padaku?”
Radit bungkam. Memang benar bahwa ia sebenarnyamemacari Rahma hanya karena merasa kasihan. Rasa berdosa mulai menggerogoti seluruh batinnya. “Aku menyesal, Rahma,” ucapnya.

“Baik. Aku akan ikuti kemauanmu.” Tak terkira rasa hancur Rahma tatkala Radit mengakui semuanya. Ia pergi meninggalkan Radit dengan berjuta sumpah serapah pada lelaki yang amat dicintainya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar