“Maaf, Vira. Sepertinya hubungan kita
sampai di sini saja. Aku tak sanggup lagi menutupi semuanya,” kata Farhan.
“Kenapa,
Farhan? Kenapa kau mau mengakhiri hubungan kita? Apakah kau sudah punya kekasih
lain? Katakan yang sejujurnya,” buru Vira, kekasih Farhan. Matanya mulai
berair.
Farhan terdiam. Pikirannya benar-benar
semrawut. Antara tidak tega dan tidak ada gairah lagi dalam menjalani
hubungannya dengan Vira. Ia masih terdiam dan tertunduk tanpa menunjukkan sorot
matanya pada Vira. Setelah mentalnya cukup terkumpul akhirnya ia memberanikan
diri untuk mengatakan yang sejujurnya pada kekasihnya itu. “Iya, Vira. Aku sudah
punya kekasih lain.” Kali ini matanya berani menatap Vira yang siap menanti
jawaban apapun darinya.
Vira lemas. Tak ada cukup tenaga di
tubuhnya untuk menopangnya duduk. Ia begitu syok mendengar pernyataan dari Farhan.
Sebuah pengkhianatan cinta yang amat menyayat hatinya. “Siapa dia, Farhan?”
tanyanya di sela-sela isakannya.
“Hanung.” Tanpa ada kata-kata lagi Farhan
meninggalkan Vira yang kini menjadi mantan kekasihnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar