Kamis, 09 Oktober 2014

"Good-bye Days" (2014)

Aku memungut MP3 player yang terlepas dari genggamanku. Bersamaan dengan itu earphone di genggaman tanganku yang lain pun terpasang di MP3 player yang baru saja kupungut dari lantai.
Aku sudah berdiri di tempat ini. Tempat di mana kita terakhir bertemu dan mendengarkan musik bersama, hanya berdua di pantai ini, lima tahun yang lalu. Aku terkenang semua yang pernah kita lalui berdua.
Aku memberikan satu sisi dari earphone yang terpasang di telinga kananku padamu. Saat kau mulai mendengarkan musik perlahan aku menaikkan volume.
“Musik yang indah, Yoko-chan. Aku sangat menyukainya,” ujarmu sambil tersenyum penuh arti.
Ya, inilah musik yang kutahu bahwa kau sangat meyukainya. Musik dengan tangga nada yang amat sangat sederhana namun memiliki arti yang mendalam.
Kau tahu? Sejak pertama kali kau memanggilku dengan sebutan Yoko-chan hari-hariku selalu dipenuhi oleh bayang-bayang wajahmu. Kupikir, sejak saat itu aku mulai menyukaimu, dan kau juga menyukaiku.
Hingga pada suatu hari kau memutuskan untuk meninggalkanku seorang diri di saat aku mulai merasakan manisnya cinta pertama yang kau berikan kepadaku.
Aku sadar. Aku memang mencintaimu sejak aku mulai mendengar mulutmu memanggilku dengan Yoko-chan. Namun rasa yang ada untukmu ini perlahan membeku, padahal aku sudah berusaha untuk menahan rasa ini.
Aku tahu jika kembali teringat tentangmu aku akan merasa sedih. Sedih karena aku tak dapat mempertahankan cinta pertamaku agar tetap ada di hatiku. Aku berharap saat bertemu denganmu, masih dengan senyuman yang sama seperti yang sering kau lihat dulu, aku bisa memanggilmu dengan sebutan teman. Agar rasa yang perlahan membeku ini kembali mencair.
Di sini, di pantai ini, setiap hari selama lima tahun terakhir aku berusaha membuat hatiku mencair. Aku masih berharap suatu saat jika kita bertemu di tempat ini kita akan mendengarkan musik sederhana nan indah yang dulu pernah kau sukai ini.

 “Goodbye days. Selamat tinggal hari-hariku yang indah bersamamu. Aku ingin selalu mengingat cinta pertamaku. Kota-kun.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar